[Berani Cerita #2] Aisah

1
Rabu, Maret 13, 2013
“Hai! Ngelamun mulu!” ucap Fajar mengagetkan Ahmad.

“Ah dasar! Aku nggak ngelamun, Cuma ngebayangin aja, seandainya bisa dapetin Aisah anak Pak Haji tuh,” kilah Ahmad.

“Ha? Berarti Kamu juga suka sama Aisah?” kaget Fajar, tak percaya apa yang didengarnya.

“Kenapa? Jangan-jangan Kamu suka sama Aisah?” tanya Ahmad.

“Hmm sebenarnya sih iya, tapi Kamu nggak keberatan kan?” Kata Fajar mengaku.

“Ah santai aja, coba aja deketin Dia, Aku sih masih bingung gimana caranya ngobrol sama Aisah, secara Dia kan anak Pak Haji,” jelas Ahmad.

“Bener juga, tapi bukan berarti nggak ada cara yang ditempuhkan?" jawab Fajar.

“Ya, itulah tantangannya, siapa yang berhasil ngobrol dengan Aisah" seru Ahmad.

*** 

Ahmad tak percaya dengan apa yang dilihatnya!. Fajar dan Aisah mengobrol dengan senangnya di depan rumah Aisah. Bagaimana Fajar bisa melakukannya? Mengapa Pak Haji tidak menegur Fajar?. Segerombolan pertanyaan mulai memenuhi pikiran Ahmad. Segera Ahmad mengirim SMS kepada Fajar agar nanti sore bertemu di tempat tongkrongan.

Dikejauhan Fajar melihat Ahmad telah menunggunya,dari raut wajah Ahmad, tampaknya ingin membicarakan persoalan serius. Fajar berkata, “Ada apa ni? Kayaknya mau ngobrol serius”.

“Oh, sudah datang rupanya. Duduk dulu aja,” ucap Ahmad mempersilahkan Fajar.

“Sepertinya Kamu sudah berhasil nih PDKT sama Aisah,” lanjut Ahmad.

“Astaga ini masalah Aisah. Aku jelasin deh. Aku sudah bergabung takmir masjid beberapa waktu yang lalu, karena Pak Haji menjadi ketua takmir. Aku sering ke rumah Aisah karena memang membicarakan urusan masjid,” jelas Fajar.

“Tapi kenapa Kamu bisa bebas ngobrol dengan Aisah?” selidik Ahmad.

“Aku dan Aisah mengobrol hanya membicarakan urusan masjid, Aku tak berani bicara lebih jauh, lagipula Aku dan Aisah mengobrol ada Pak Haji juga, Kami tak pernah berdua jika mengobrol,” jelas Fajar berharap Ahmad mengerti.

Ahmad hanya tertunduk lesu mendegar penjelasan Fajar. Fajar memang benar, jika memang ingin mencapai sesuatu dibutuhkan usaha untuk menggapainya, bukan seperti Ahmad yang hanya mondar-mandir di depan rumah pujaannya.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

1 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b