[Bukan Fiksi] Ini Bukan Fiksi

0
Minggu, Maret 17, 2013
Biarkanlah tulisan ini menemui takdirnya, semantara Aku disini hanya menulis apa yang aku rasakan, bukankah menulis itu sebuah kejujuran, kejujuran berasal dari hati? Tak ada plagiat, tak ada copy paste? Biarkan jarimu yang menari diantara huruf yang tak berurutan. Jari hanya sebagai perantara hati yang ingin berusaha jujur namun tertahan di bibir.

Selama dua bulan terakhir hati ini telah menemukan dunianya, dimana tak pernah dilihatnya selama ini. Banyak kisah inspiratif menghiasi selama ini, belajar dan terus belajar yang ingin Aku dapatkan, menambah ilmu yang belum pernah Aku temui selama ini. Banyak senyum selama Aku berjalan di duniaku ini. Melihat tak hanya ke arah kanan maupun kiri, tapi kesegala arah untuk mengetahui begitu luasnya dunia. Bahagia mengenal berbagai sosok yang Aku kagumi. Karena memang beliau pantas untuk dikagumi karena berbagai pengalaman yang telah beliau lalui.

Tapi mengapa hanya beberapa hari semua berubah? Mengapa dunia yang saya kagumi berbalik arah membuatku tak nyaman lagi? Atau hanya perasaanku yang menerka-nerka ini yang berlebihan? Aku selalu berharap akan semua ini baik-baik saja. Baik-baik saja seperti dulu Aku dengan senang mendapat ilmu di sini. Tapi semakin lama semakin membuat hati ini sakit, entahlah rasa sakit dalam kategori apa, bukan sakit hati karena memang Aku tidak memiliki hubungan apapun kepada siapapun. Tapi aneh saja dengan perasaaan sakit ini, seakan banyak mata yang menghujamku, menghujamku dengan rasa sakit. Semua mata itu tak peduli apa yang Aku rasakan, hanya bisa diam tanpa ada kata pembelaan dariku, dan karena rasa hormatku pada mereka semua dan juga tak ingin menyakiti siapapun atas pembelaanku. Tapi apakah ada yang mendengar pembelaanku nanti?. Satu dua ataupun lebih mata yang sangat menghujam jantungku, sekali lagi Aku hanya diam, rasa hormatku kepada mereka mengalahkan rasa sakit. Sepertinya ingin lari tapi Aku tidak bisa, karena Aku terlalu cinta kepada dunia ini. Lagi pula masih banyak kisah inspiratif yang nanti menjadi bekalku. Meskipun masih tertatih, berharap ini kan baik-baik saja, menutup mata dan membuka mata esok hari seakan tidak ada rasa sakit ini lagi.

Mungkin sikapku banyak yang tak suka, tapi beginilah Aku berusaha untuk ramah tapi bukan penjilat. Bersikap ramah karena (sekali lagi) Aku menghormati kalian karena dengan jujur menceritakan berbagai pengalaman kehidupan kalian.

Ingin Aku katakan jika Aku bukan orang ketiga. Aku menghormati kalian, karena kalian memperkenalkanku dengan dunia yang Aku cintai. Sekali lagi, Aku bukan orang ketiga. Niatku hanya ingin menambah banyak ilmu dari kalian tulis, bukan untuk merayu siapapun. Aku bukan orang ketiga hanya itu yang ingin Aku ucapkan.

Semoga perasaan ini akan cepat pulih kembali, dan selalu melihat arah ke depan dengan positif.

Aku bukan orang ketiga.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

0 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b