Prompt #5 Dilema

22
Kamis, Maret 14, 2013
Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

"Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua." Ucap Roni pada dirinya sendiri. 


“Surat ancaman lagi?” tanya Marni sambil memungut lembaran itu , tapi Roni cepat-cepat mengambilnya. “bukan urusanmu!” ketus Roni.

“Sampai kapan Kamu menutupinya Ron? Aku tahu itu surat ancaman,” selidik Marni.

“Bagaimana Kakak tahu jika ini surat ancaman?” heran Roni.

“Akhir-akhir ini Kamu berubah, setiap menerima lembaran kertas yang asing, wajahmu tampak gelisah,” jelas Marni.

Roni menghela napas dan berkata, “Benar Kak ini surat ancaman, mereka meminta uang seratus juta Kak,”

Sontak Marni kaget dengan pengakuan Roni, tapi Marni berusaha untuk tak emosi. “Apa isi ancaman itu? Tanya Marni. “Sebenarnya ini ancaman untuk Ririn, Peneror itu mengirim beberapa SMS kepadaku, tapi Aku tak percaya, ternyata Peneror itu mengirimkan lembaran ini sebagai bukti jika ancamannya tak main-main,” jelas Roni.

“Apa kaitannya Ririn dengan ancaman itu?” heran Marni.

“Kakak tahu sendirikan Ririn sudah jadi artis terkenal, Peneror itu ingin menjatuhkan Ririn dengan ancaman ini. Aku ingin melindungi Ririn, Aku sangat mencintainya, Aku tak ingin Peneror itu menjatuhkannya,” jawab Roni dengan tertunduk lemas.

“Aku tahu Kau begitu mencintai Ririn begitu juga sebaliknya. Tapi apa isi ancaman itu?” tanya Marni semakin penasaran.

“Ini bukti foto ketika Aku dan Ririn berlibur ke Bali. Tak sengaja Kita melakukan hal yang di luar batas, dan Kami dengan sadar memotret semua kegiatan Kami, Aku tak tahu jika akibatnya seperti ini, Aku tak tahu harus bagaimana Kak,” ucap Roni lirih menahan air mata.

Marni seakan tak percaya dengan semua yang diucapkan oleh Adiknya. Kaki Marni lemas tak mampu apa yang akan terjadi nanti, hanya air mata yang dapat mewakili perasaan Marni.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

22 komentar:

  1. Mirip Mak dengan ideku... :)

    Wah, Ririn artis nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihhihihi,, iya mbak matris, Ririn artis :-D
      maksih udah berkunjung

      Hapus
  2. Ini Ririn bukan istri Aldi kan mbak hehehe, keren eh ada unsur kriminal

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan diterjemahkan sendiri deh :-D
      tapiiiiii, kayaknya bukan :-D

      Hapus
  3. Kasihan ya si Roni, salam kenal Mba

    BalasHapus
  4. Ada bbrp kalimat yg sepertinya mesti diperbaiki mbak. misalnya: hanya air mata yang dapat Marni mewakili perasaannya, mungkin lebih enak diganti dg : hanya air mata yang dapat mewakili perasaan Marni. Eh tapi itu menurutku lho mbak..

    Idenya bagus, mau menjatuhkan karir si artis Ririn nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh iya ya..
      udah aq sederhanakan mbak,, terimakasih koreksinya ^.^b

      Hapus
  5. wah, abis gini Ririn pasti ngadain jumpa pers.. he..he..
    keren mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas kunjungannya mbak luluk :-))

      Hapus
  6. wah, baru kali ini artis masuk di idenya MFF :D. iyya mbak, saya setuju ma mbak LH, kayaknya ada kalimat yang bisa disederhanakan nih, biar tambah mantepp :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah di sederhanakan ya mbak na, terimakasih :-)

      Hapus
  7. ririn artis? main pilem apaan tuh? ih dasar si roni. kakaknya jd galo kn... hoho... aq malah blm daftarin promku, inet lemot

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihiiii
      ayo ayo cepat setor :-D

      Hapus
  8. Perasaan kemaren aku udah komen, ya udah dicoba lagi :D, Ririn harus cepat2 klarifikasi tuh Mbak :)

    BalasHapus
  9. ada beberapa kalimat yang nggak lengkap tanda bacanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihi... makasih mbak kritiknya,, kurang teliti niy aq ^.^v

      Hapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b