Prompt #7 : Lelakiku

28
Rabu, Maret 27, 2013
“Kamu siap?”

Aku mengangguk.


“Kamu tak menyesal?”

“Aku tak pernah menyesal.”

“Ini benar inginmu?” 

“Ya, masa depanku ada di pundakmu.” 

“Entahlah, aku masih ragu.” 

“Mengapa? Apa tak percaya dengan cintaku?” 

“Bukan, karena kamu terlalu indah untukku.” 

“Hidupku kan lebih indah karena kamu melengkapinya.” 

“Apa kamu yakin dengan semua ini?”

“Sejak kamu memegang tanganku, aku yakin!” 

“Entahlah ragu ini menyelimutiku, apa aku bisa membahagiakan dirimu.” 

“Bahagia itu sederhana, karena bahagiaku adalah kamu.”

*** 

Sebuah cincin melingkar indah di jari manisku, Aku tersenyum. Sebuah kecupan kecil di bibir membuatku memejamkan mata, merasakan sentuhan pertama dari lelaki halalku. Ah, aku tak ingin mengakhiri ciuman ini. Aku membuka mata menandakan berakhirnya ciuman ini, dan rasa bahagia ini semakin menjadi, karena ini bukan mimpi. Lelakiku yang dulu setiap pagi tak pernah lupa membawa surat kabar, selalu mencuri pandang ketika aku duduk manis di teras rumah.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

28 komentar:

  1. uhuk2 :D
    Asik, dude milik kuh :p

    BalasHapus
  2. ntar, lelakinya kalo dah tua kayak pak dahlan iskan :D *cewek banget dah :D *lostpokus :))))

    BalasHapus
  3. *lap ingus...

    bikin iri saja nih... saya kapan ya???

    BalasHapus
  4. ehem..ehem..
    uhuk..uhuk..
    Kandaaa :p

    BalasHapus
  5. ehem..ehem..
    uhuk..uhuk..
    Dinda... haha

    BalasHapus
  6. *minum air mineral*


    ceritanya terlalu manis.. :D

    BalasHapus
  7. Eaaaaaaaa...eaaaaa... :)

    BalasHapus
  8. Co cuit...
    Bentar lagi ada yang balas postingan nih :)

    BalasHapus
  9. klo gitu terlambat deh aku ni......

    BalasHapus
  10. Eaaaa... eaaaa...
    Pengalaman pribadi nih xixixixi... ^^

    BalasHapus
  11. Si lelakinya itu tukang koran yah mbak??
    Atau saya aja yg rada lemot kali yah :D hihihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, tukang koran, di paragraf terakhir ada penjelasan jika dulu silelaki adalah tukang koran.. skrng jadi suami deh

      Hapus
  12. aw..aw...aw.. co cwuiiiittt :)

    BalasHapus
  13. Wow, loper koran. klo emang jodoh ya mbak ..

    BalasHapus
  14. hohoho, cinta memang gak pandang siapa dia ya mbak...:-)

    BalasHapus
  15. so sweet banget ini ff. meleleeeeeeh..

    Btw, mbak, itu kalo nulis dialog, ga usah diakhiri titik lagi kalo udah selesai. Aku ambil salah satu punyamu ya.

    "Kamu tak menyesal?". (salah)
    "Kamu tak menyesal?" (benar)

    Yang lain lagi ya, mbak. Hehehe..

    "Aku tak pernah menyesal". (salah)
    "Aku tak pernah menyesal." (benar)

    Maaf ya, Mbak, saya hanya meluruskan aja, kok. semoga berkenan. makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantep. saya juga mau koreksi yang ini tadinya, tapi ragu2. Sesuai motto tentara secaba, "Ragu-ragu Lebih Baik Kembali'. hehehe.. :p

      Hapus
    2. siaaaaap... bentar mau edit dulu, makasih udah di koreksi *hug*

      Hapus
    3. sip, Mbak.
      Nah, kan, cantik ffnya abis dipoles? :*

      Hapus
  16. ini prompt yang mana yaaa.... *roaming*

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang kedua mbak =,="
      " we don't choosee, who we fall in love with"

      Hapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b