[Berani Cerita #06] Sesosok Pria

33
Sabtu, April 06, 2013
Tak perlu waktu lama, Rino akhirnya sampai di rumah bergaya Jawa kuno yang cukup besar. Halamannya luas dengan beberapa pohon beringin. Tampaknya rumah ini adalah rumah turun-temurun.

Tok, tok! Rino mengetuk pintu.

Tak lama pintu dibuka. Rino terkejut melihat sosok yang berada di hadapannya.

"Apa yang kamu lakukan di sini?!" tanya Rino kepada sesosok pria di depannya.

"Aku memutuskan untuk tinggal di sini!" tegas sosok pria itu.

"Jadi gosip itu benar?!" Rino mulai emosi.
"Ini pilihanku!" tukas sosok pria itu.

"Bagaimana dengan wanita yang selalu menunggumu di rumah!" teriak Rino berusaha menahan emosi.
"Aku tak peduli dengannya, ini pilihan hatiku! Aku tak sanggup satu rumah dengan wanita itu!" ujar sosok pria itu penuh keyakinan.

Bruuuuuk!!!.. Terdengar suara pukulan telak yang menghantam, pria itu tersungkur. Rino pergi meninggalkan pria itu dengan rasa kecewa. Sekarang Rino dihadapkan masalah bagaimana menjelaskan kepada Ibunya jika Ayah memilih tinggal dengan pak Wijaya sebagai kekasih hati.




About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

33 komentar:

  1. hihihi.. bagus bagus mbak

    singkat padat dan jelas :D

    BalasHapus
  2. Gaya Dee (Dewi Lestari) neh

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh iya ta? hihihi,, saya masih jauh dari dee :D

      Hapus
  3. Pas bikin Rino sambil merem ya berarti x))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihihihi.. jng2 bukan anak kandung *gosip* :D

      Hapus
  4. Hayoloh... ngapain tuh Rino ke rumah pak Wijaya? Pasti bukan untuk nyari bapaknya toh? Kan dia kaget dan sempat nanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. utk cari penjelasan apa gosip di luar itu benar, eh trnyata bpknya udah di rumah pak wijaya

      Hapus
  5. Jgn2 si rino juga demen ama pak wijaya, tapi sayang keduluan ama bapaknya! Bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah,, ini pembaca penuh imajinasi :D

      Hapus
  6. Ini lama2 cerita hombreng makin merajalela :p

    Bagus mbak, padet banget. Kasian bapaknya dipukul :(

    BalasHapus
  7. Balasan
    1. hihihi.. yg kepikir hombreng gini :D

      Hapus
  8. Duh...pasti bingung dah Rino ngejelasinnya ke ibu *nyengir* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah belum itu.. bgmn selanjutnya :-D

      Hapus
  9. ehhh ide cerita kita kok mirip hahahahahha serius baru baca ini mbak :D

    BalasHapus
  10. gay semakin banyak didunia ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak tau mak, kepikiran yang ini :D

      Hapus
  11. keren mbak!

    kalau ada waktu sila intip2 blog saya di www.kopifiksi.blogspot.com juga ya mbak...tengkyu

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b