Prompt #9 : Parfum Istimewa Ver.2

14
Jumat, April 12, 2013
Karena ingin memuaskan para pembaca yang menginginkan twist di ending. sebelumnya ending seperti ini. Alasan saya menggunakan ending seperti itu, karena ingin menggabungkan prompt Monday Flashfiction dan Lampu Bohlam (harga diri), jadi kesannya harga diri Mala sebagai pengusaha parfum luluh lantak karena berbuat kejam kepada Sinta. Kali ini mencoba PoV yang berbeda.


credit



“Pagi Mala, udah cantik aja.” 

“Eh.. i.. iya, pagi banget ke sini, mau ambil pesanan yang kemarin kan?” 

“Biasa lah Mal, kalau nggak ada parfum itu nggak pede aja.” 

“Nggak pede jalan sama Sinta?” 

“Pastilah, emang mau jalan sama siapa lagi? Gini-gini aku cowok setia Mal.” 

“Ini parfum pesananmu.” 

“Mal, boleh minta tolong lagi nggak?” 

“Minta tolong apa lagi?” 

“Besok aku mau kasih hadiah parfum buat Sinta, tolong dong pilih parfum yang pas buat Sinta. Parfumnya jangan mahal-mahal, KW aja tapi botolnya yang bagus dikit.” 

“Kamu serius dengan Sinta?” 

“Serius lah, mungkin bulan depan aku akan melamarnya.” 

“Terus hadiah parfum buat apa? Sinta ulang tahun?” 

“Hadiah parfum supaya memperlancar jalan aja, biar nggak dianggap pelit gitu.” 

“Oke, besok langsung ambil.” 

“Makasih ya Mal, kamu yang terbaik deh.” 

Lutfi pun berlalu, percakapan pagi dengan Lutfi menyisakan luka. Andaikan dia tahu akan perasaanku. Ah sudahlah, sekarang tugasku adalah mencari parfum untuk Sinta. Aku melihat sederet parfum yang berjejer rapi, melihat dengan tersenyum bangga. Aku adalah pengusaha yang cukup sukses dengan menjajakan parfum, terkadang aku mengkombinasi beberapa parfum untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Namaku sudah dikenal dengan pengusaha parfum. Tapi semua itu kurang melengkapi hidupku jika Lutfi tak bisa aku dapatkan. Aku meracik parfum istimewa untuk Sinta, dengan rasa puas. 

*****
"Sayang, ini hadiah untukmu," ucap Lutfi bangga.
"Ah... Sayang perhatian sekali," kata Sinta manja.
Sinta semakin senang karena mendapatkan parfum dengan bentuk yang lucu.
"Aku coba dulu ya," Sinta mulai menyemprot parfum mulai dari leher hingga tangan.
Tiba-tiba Sinta tersungkur kesakitan. Kulit Sinta memerah, melepuh. Sinta hanya menjerit kesakitan tak berdaya.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

14 komentar:

  1. Wahhhh kok jadi seremmm..
    Cemburu membawa Petaka
    Mbak Sari jangan kaya gitu yahh kalau cinta bertepuk sebelah tangan *eh
    salam mbak

    BalasHapus
  2. Endingnya lebih terasa yang ini :D

    BalasHapus
  3. itu cairan apa yang bisa bikin langsung bernanah? kalau melepuh sih mungkin. tapi nanah itu kan butuh waktu berhari-hari untuk bisa timbul...

    BalasHapus
    Balasan
    1. huwaaaa kuraaang riset ternyata T.T

      Hapus
  4. ini yg namanya cemburu buta. serem jg, ya @-)

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b