Srikandi Tak Berjuang Sendiri

8
Minggu, April 21, 2013
Sebelumnya maap ya Pak dhe ngikut kontes Sehari Menjadi Srikandi pake blog fiksi, karena blog ini tulisannya lebih dari 15. Tapi dijamin tulisan Srikandi ini bukan fiksi ^_^.


*****
Tepat pada tanggal 5 Juli 2010 Kampus tempat saya menimba ilmu memiliki program KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan program pemberantasan buta aksara. Saya bergabung di KKN kelompok 16 yang ditugaskan untuk mengabdi ke masyarakat Sumbermanjing Wetan, Desa Klepu, Malang - Jawa Timur. Jika ada yang tahu tempat rekreasi Sendang Biru, itulah tempat KKN saya, di Malang notok jedhok (ujung Malang).


Program pemberantasan buta aksara telah disiapkan oleh Universitas, tetapi saya dan teman satu kelompok juga menyiapkan program untuk pemberdayaan masyarakat yang tujuannya agar sejalan dengan kegiatan pemberantasan buta aksara, seperti kegiatan gerakan mencuci tangan dengan benar yang diikuti siswa-siswi Sekolah Dasar. Ketika menginjakkan kaki di sana, saya dan teman-teman cukup kaget dengan keadaan masyarakat disana, keadaan ekonomi mereka (masyarakat Sumbermanjing Wetan) bisa dibilang di atas rata-rata, tetapi disana hanya ada Sekolah Dasar (SD). SMP maupun SMA tidak ada, kalaupun ada itu di kecamatan lainnya dan jauh dari Sumbermanjing Wetan. Terus sempat melontarkan pertanyaan kepada salatu warga, "Setelah SD, terus mereka ngapain ya?" dan mendapat jawaban yang menggelitik dari seorang gadis desa di sana, dia menjawab "Ya nikah Mbak." . Jedeeeeeerrrr!!!!! NIKAH?! seusia yang masih belia sudah menikah?. Kemudian bertanya lagi "Jadi Mbaknya (si gadis desa) sudah nikah ya?" dan dia menjawab dengan malu-malu meong "Iya Mbak, satu minggu yang lalu." . Haaaaa.. jadi saya ngobrol sama pengantin baru to? suiiiit...suiiiit.


Ya itulah realita di sana, kurang mengenyam pendidikan, tapi jangan salah kalau diajak lomba menghitung saya kalah telak, karena di sana masyarakat pedagang dan jago banget itung-itungan dan gak pakai kalkulator loh. Nah untuk memulai program pemberantasan buta aksara dimulai dengan pendataan WB (Warga Belajar), tidak terjadi kesulitan saat pendataan apalagi ada iming-iming hadiah berupa kaos dan peralatan belajar. WB dibagi dua kelompok yaitu kelompok dewasa dan anak-anak. Kita lebih fokus ke dewasa karena yang anak-anak sudah ada PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan SD, jadi yang anak-anak kita tinggal kolaborasi dengan pihak sekolah agar tidak bentrok dengan jadwal mereka.


Kegiatan inilah yang membuat semangat. Sebelum beraktifitas selalu berusaha berjalan kaki dengan ank-anak untuk menuju tempat aktifitas (Sekolah, Puskesmas, dan ada yang kembali ke sarang untuk menyiapkan materi).


Jika satu Srikandi bisa membuat perubahan, bagaimana jika lebih dari satu? Insya ALLAH  membuat Indonesia lebih baik. *saya nyempil pake jilbab item, tiga dari kiri*


Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan : Sehari Menjadi Srikandi

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

8 komentar:

  1. Balasan
    1. tuuuuh nyempil pake jilbab hitam :-D

      Hapus
  2. satu poin yang saya dapat dari artikel ini..

    Ya Nikah mbak haha

    BalasHapus
  3. Selamat memeringati Hari Kartini 2013.
    Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan Sehari Menjadi Srikandi
    Nantikan pengumuman hasilnya tanggal 1 Mei 2013
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  4. Keren kegiatannya ..
    Ijin ambil fotonya ya
    Tks
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak,, boleh-boleh itu dokumen pribadi :-D

      Hapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b