Lampu Bohlam #10 : Terlambat Datang Bulan

4
Senin, Mei 06, 2013
Namanya terlambat pasti bikin deg-degan, apalagi kalau terlambat datang bulan. Setiap bulannya aku sudah biasa mencatat kapan datang bulan, tetapi pada waktu itu ternyata bulan yang istimewa itu tak kunjung datang. Khawatir? jelas! apalagi kalau terlambat, rasanya capek-capek gak karuan, bawaannya marah-marah nggak jelas. Pola datang bulanku setiap bulannya pasti mundur beberapa hari. Tetapi pada waktu itu, satu bulan tak kunjung datang.

Kejadian berawal ketika semester akhir perkuliahan, semester akhir yang krusial, apalagi kalau bukan menghadapi skripsi. Revisi setiap revisi jadi makanan sehari-hari, ganti judulpun sudah berkali-kali. Terkadang menjalani skripsi dengan senang, tapi karena sudah kehilangan kesempatan untuk wisuda gelombang pertama dalam anggkatanku yaitu bulan Februari (sementara aku kena musibah yang bisa dianggap fatal, bulan september) mau nggak mau harus mengejar gelombang kedua yaitu wisuda bulan Mei, lebih dari itu wajib mengulang semuanya (judul, dosen pembimbing, dll) mulai dari situ, skripsi memacu andrenalin setiap harinya.

Merasakan keanehan dalam diri, kira-kira bulan Maret, rasanya ada yang aneh, ternyata astagaaa!! satu bulan aku sama sekali belum datang bulan! ah Panik!! Histeris!! *eh gak juga ding* . Terus melihat kalender, mungkin aku lupa belum mencatatnya, tapi semakin berusaha mengingat kapan aku datang bulang, kok ya rasanya memang aku belum datang bulan, sekilas melihat stok pemabalut yang masih banyak, menambah keyakinan aku belum datang bulan. Sempat berpikir, apa aku hormonal seperti kebanyakan temanku? Atau ini karena skripsi yang membuatku sedikit stres? Santai aja sih, nggak terlalu dipikirin, karena skripsi mengalihkan duniaku. Memang saat skripsi pola makannku nggak teratur banget, apalagi suka begadang untuk menyelesaikan revisi. Jadi, kalau terlambat datang bulan, ya wajarlah nggak perlu dibikin ribet.

Akhirnya, penantian terjawab sudah, pada bulan berikutnya (lebih beberapa minggu dari datang bulan biasanya) akhirnya kedatangan "tamu istimewa", seneng? Nggak juga, malah seharian hanya tidur aja di kos, karena lemas banget dan gak kuat dengan sakit cenut-cenut yang memaksa harus benar-benar istirahat seharian.

Apakah kamu juga pernah mengalami hal yang sama?

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

4 komentar:

  1. hm... bagi sebagian orang, terlambat datang bulan bisa jadi malah dinanti-nanti. berharap itu sebuah kehamilan...
    ini salah satu 'nikmat' jadi perempuan...

    BalasHapus
  2. Allhamdulillah tidak pernah terlambat datang bulan. Aku rajin mencatat tapi akhir-akhir ini sudah tidak pernah dicatat jadi kadang lupa kapan waktunya :) Sari eh bener kan ya panggilannya Sari, mungkin stress ya jadi terlambat haidnya

    BalasHapus
  3. sebelum melahirkan, jadwal menstruasi saya selalu terlambat..
    tapi setelah melahirkan, jadwal menstruasi saya selalu datang lebih cepat..

    BalasHapus
  4. Saya sudah biasa telat , haid saya 3 bulan sekali waktu gadis. Sekarang malah rutin :D

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b