Prompt #13 : Peringatan Bapak Pemilik Warung

16
Kamis, Mei 23, 2013
Pukul 11.45

Terik matahari memaksaku untuk beristirahat sejenak, aku memakirkan sepeda motor bebek di depan warung sederhana, warung yang tampak nyaman untuk disinggahi. Aku melihat apa yang dijajakan, berjejer rapi minuman bersoda didampingi oleh makanan kecil. Aku tak perlu makan siang, hanya perlu cemilan untuk mengganjal perut ini.

Krauuuukk.. krauuukk.. Beberapa butir kacang atom berhasil aku libas dengan nikmat, tapi aneh dimana pemilik warung? Apa tidak sadar ada pembeli? Apa karena aku hanya mengendarai sepeda motor bebek tidak diperlakukan layaknya raja? Lihat saja nanti, jika misiku berhasil mendapatkan warisan dari orangtua angkatku, akan aku beli warung ini sekaligus tanah lapang yang ada di depan warung ini. Lihat saja dalam hitungan jam aku akan berhasil menjadi orang kaya, berhasil merebut warisan dari saudara tiriku. Ah.. uang.. sungguh nikmat aku mengenalmu, pengacara keluarga angkatku sekarang berpihak kepadaku, karena akan aku bagi hasil warisan yang akan aku dapatkan.


Pukul 12.15

"Kurang lima belas menit lagi" terdengar suara lirih. Sontak aku kaget dan melihat ke belakang, ternyata ada pria tua dengan keriput yang menghiasinya. Apa suara berasal dari dia?.

"Maaf, Bapak dari belakang, jadi nggak denger kalau ada yang mampir," senyum pria tua yang ramah.

"Nggak apa-apa Pak, cuma mau ngemil aja," ucapku bohong. Bagaimana dia tidak mendengarku, suara sepeda motorku cukup keras jika melintas daerah persawahan seperti ini.

"Ini Pak," aku memberinya uang sepuluh ribu untuk dua bungkus kacang atom yang aku belli.

"Kembaliannya buat Bapak aja,"

"Nak, kurang sepuluh menit lagi, hati-hati ya," ucapnya dengan aksen nada yang aneh.

Aku tak menghiraukannya, apa maksudnya kurang sepuluh menit lagi, sebentar lagi aku akan pergi dari sini. Aku mengendarai sepeda motor yang sudah menemaniku selama lima tahun, sebentar lagi beberapa jam lagi, aku menjadi orang kaya dan menggantinya dengan mobil mewah.


12.25
Sebuah truk dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan menyalip sedan biru di depannya, sial! Aku tak bisa menguasai sepeda motorku, semua berlalu begitu saja, duniaku terlihat gelap seketika.

dokumen pribadi Rinrin Indrianie

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

16 komentar:

  1. terus....,maksudnya 10 menit itu apa ???? waktunya meninggal ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamaaaat.. jawaban anda benar :)

      Hapus
  2. Hah? Si bapak ini malaikatkah? Atau paranormal? Kok tau 10 menit lagi bakal kecelakaan ? Serem

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayo coba tebak seperti biasa diserahkan penonton :D

      Hapus
  3. eh, paaak, kalo gak niat ngasih tau, jangan ngasih tau skalian dooong. kan jadinya horor banget :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya niy bapak jng gitu deh.. sok misterius banget..

      Hapus
  4. eh iya nih pak, jangan main rahasia2an dong... @-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan paaaak.. dimarahi bnyk orng tuh..

      Hapus
  5. hahha...dan saya ikut bertanya-tanya seperti teman2 diatas :D
    tp gak usah dijawab aja biar penasaran hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh ka bapaknya bikin penasaran mulu deh..
      mas ronal ikut2an penasaran niy..

      Hapus
  6. tokohnya 'pendendam' yah... baru nggak dilayani aja, udah ngancem mau beli warung sekalian tanahnya. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas biar disambungin dengan sikapnya yang merebut harta warisan..

      Hapus
  7. loh si bapak bisa meramal gitu ya

    BalasHapus
  8. Si bapak punya penglihatan nih :)

    BalasHapus
  9. sebenernya ini horror. tapi ngakak setelah baca2 komennya :))))

    BalasHapus
  10. Ah horor ah, saya kira 10 menit lgi beneran mo jdi orang kaya :)

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b