Map Plastik Merah Muda

2
Senin, Juni 24, 2013
Aku mengutuk hari ini, hari yang menyebalkan. Pagi hari sudah disibukkan dengan skripsi yang lagi-lagi revisi. Setelah menjadi bahan revisi, seperti biasa aku akan mengcopy revisi skripsiku, tapi astaga aku lupa dengan map plastik warna merah muda yang masih tertinggal di tempat foto copy , dengan sigap aku kembali, tapi ternyata map plastik merah muda berisi semua data skripsiku hilang entah terbawa siapa, aku tanya kepada petugas foto copy,  mereka hanya menggelengkan kepala, membuatku sedikit emosi. Aku mencoba mengingat kira-kira siapa pengunjung foto copy yang tanpa sadar membawa map plastik warna merah muda. Aku tersadar jika ada perempuan paruh baya yang mungkin sedikit terlihat seperti orang kantoran, dengan cekatan aku berlari ke jalan raya, siapa tahu , aku akan menemukan wanita kantoran tersebut. Namun, nasib baik tak bersamaku, aku tak dapat menemukan petunjuk, malah hujan dengan ssigap menantiku, bajuku tak luput dari hujan yang tidak bersahabat ini, ah sial! apa ada rintangan yang lebih buruk dari ini?

Aku mempercepat langkahku untuk menuju Toko Buku Cahaya, ah.. sialnya ternyata di Toko Buku Cahaya banyak pengunjung, dan aku dengan secara sadar melihat wanita kantoran, yang mungkin membawa map plastik merah mudaku, dengan sepatu dan baju yang masih basah karena hujan yang cukup deras, dengan percaya diri aku melangkahkan ke dalam Toko buku untuk mencari wanita itu, sedangkan aku tak peduli semua lantai yang ada di Toko Buku Cahaya telah tergenang air hujan karena ulahku.

Aku melihat dari segala penjuru, tak ada wanita kantoran yang aku cari, apa aku salah lihat? Tapi tak mungkin rasanya aku salah lihat, terus apa ini hanya akan menjadi sia-sia? Aku tak mau. Aku melihat jam tangan, sudah menunjukkan pukul lima sore, sudah larut, aku harus mengeringkan bajuku. Aku melihat di luar Toko Buku tampaknya hujan sudah reda. Aku melangkahkan kaki dengan lemas, tepukkan dipunggungku mengagetkanku, aku melihat dosen waliku memberiku secangkir teh hangat, aku menerimanya dengan senang, sejenak aku menyeruput teh itu, pikiranku tenang. Beliau kemudian memberikan bungkus tas kresek hitam, dan ternyata isi dari bungkusan tersebut adalah map plastik warna merah muda.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

2 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b