cinta matiku (?)

11
Minggu, Juli 21, 2013
Credit
Aku berusaha menahan tawa melihat Sofia tertegun, mungkin sedikit bingung dengan benda di depannya. Sebuah kaset lama yang terus-menerus diputar Sofia. Heran , itu yang tampak pada wajah bulat Sofia. Kaset yang tak kunjung menjawab semua pertanyaannya. Kaset itu hanya berisi pita lagu yang kosong. Aku menahan tawa.

Sofia yang malang, apa yang dia cari di rumahku ini tak kunjung ia dapatkan, hanya harapan yang hampa. Cincin perak itu masih melingkar di jari manisnya, meskipun tak ada ikatan suci diantara kita, ironi. Meskipun cincin adalah tanda cinta kita, tapi Sofia selalu saja merasa aku akan selingkuh. Bodoh, aku sangat mencintaimu Sofia, apakah kamu perlu bukti jika aku mencintaimu? Pertengkaran layaknya makan malam kita berdua, mengenyangkan.

BRAKK!!

Sepertinya Sofia mulai gila, buku-buku berjejer rapih sekarang liar berserakan. Sepertinya masih belum puas dia menemukan apa yang dia cari. Teruslah bersikap seperti detektif yang ingin membuktikan sesuatu. Hai!! Percayalah tidak ada sesuatu di kamarku, kamar dengan tempat tidur single ditemani rak buku yang sedikit reyot dengan cahaya lampu neon 15 watt. Apa yang aku sembunyikan dari mu? Apa ada foto gadis lain di kamar ini? Apa ada surat cinta yang teruntuk gadis selain Sofia? Sadarlah aku lelaki yang setia, meskipun kini lelaki setia terancam punah.

Sofia lemas, bersandar di tembok seakan bersandar di bahuku yang kokoh, apa aku bilang pasti Sofia merindukan aku. Sudahlah Sofia, aku memang marah kepadamu tetapi aku tak sanggup jika ada seorang wanita yang menangis hanya persoalan sepele. Kamu juga sudah puas menjamah dengan paksa setiap sudut kamarku. Apa ada bukti jika aku berselingkuh? Sudahlah, tidak ada yang dapat kamu buat untuk menjadi bahan pertengkaran kita, bahkan nanti kita tak akan pernah bertengkar.

Aku mendekatinya, seakan dia ingin berkata sesuatu.

Alex.. Alex..Alex..

Hanya namaku yang terus dia sebut. Hai, kamu merindukan aku. Iya itu pasti, lantas mengapa kamu merindukan aku jika setiap hari memiliki pikiran aku berselingkuh, kamu yang bawel sudah membuat hari-hari ku semakin lelah, tak ada waktu untuk selingkuh, niat pun tak ada.

“Alex.. cincinmu?” suara lirih Sofia hampir tak terdengar. Cincin? Bukannya….

Itukah alasanmu selalu memarahi ku dan menganggap aku selingkuh? Hanya karena cincin perak yang tak lagi memperindah jari manisku kamu selalu membuat alasan jika aku selingkuh. Pikiran dangkal. Dan karena cincin, kamu mencarinya di kamar ku secara membabi buta, lemah lembut lah.

Aku terkejut dengan gerak Sofia yang mendadak bangun dan dengan cepat menggengam kaset itu, seakan kaset itu mempunyai pesan tersendiri. Kaset lama yang sengaja aku berikan kepada Sofia untuk ulang tahunnya, agar nanti menjadi saksi jika aku mencintainya. Diputarnya lagi kaset itu, kosong.

Sofia merebahkan dirinya ke tempat tidurku, aku mencoba mendekatinya, tampak manis. Sesekali aku tiup wajahnya, dia merasa geli. Mencoba mendekati wajah Sofia, perlahan-lahan menciumnya. Napas Sofia mulai tersenggal-senggal, aku mulai memeluknya makin erat. Tubuh Sofia mulai menegang. Sofia membuka pelan-pelan mata sayunya memacu ku untuk semakin dalam memeluknya, ah indahnya jika mata Sofia benar-benar terpejam.

Duhai sayangku betapaku

Menginginkanmu sampai mati

Perutkan luka teramat dalam oh kasih



Kaset itu mulai memperdengarkan lagu indahnya.. Sofia aku mencintaimu sampai mati.


About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

11 komentar:

  1. Eh...kok aku gak ngerti ya? Jadi maksudnya suaaminya si alex ini udah meninggal gitu? Atau gimana toh?
    Oh ya kata gantinya jangan kita tapi kami sepertinya lebih pas.

    BalasHapus
  2. Aku juga kurang nangkep maksudnya. Sofia nya kenapa tuh endingnya?

    BalasHapus
  3. Alex sudah meninggal dan pastinya Sofia yang cemburuan itu yang membunuhnya. Menurut bunda bukankah seharusnya "di" yang dipergunakan dalam kalimat "Sofia merebahkan dirinya ke tempat tidurku." Satu lagi: tersengal-sengal BUKAN tersenggal-senggal. Sofia berkhayal di tempat tidur Alex bersama Alex, gitu kan kan, Mak Sari Widiarti?

    BalasHapus
  4. Sama, aku juga kurang ngerti :D

    BalasHapus
  5. ini kisah fakta atau fiktif yah ?

    btw lumayan bagus kata2nya

    BalasHapus
  6. aku nangkepnya Alex sudah mati sih.
    Trus Sofianya aku ga nangkep dia mencari apa gitu di kamar, tapi dia semacam frustrasi karena Alex pergi itu.

    Mungkin meramunya aja Jeng Sari yang kurang nampol :D

    BalasHapus
  7. Si Alex sudah mati kan? Eh tapi kenapa si Sofia bisa tersengal-sengal ya?

    BalasHapus
  8. aku nyemangatin aja deh kalo gitu :D

    BalasHapus
  9. Saya masih belum dapat penjelasan tentang barang yang dicari Sofia di kamar pacarnya. Tetap semangat!


    -rinibee-

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b