[Cerita Mini] Ketupat Mak ijah

2
Selasa, Agustus 20, 2013
“Mak, Aku main ke rumah Ifa.” Cepat-cepat Aku mencium punggung tangan Emakku. Aku hanya ingin melarikan diri dari repotnya pekerjaan yang sering dilakukan Emak ketika mendekati lebaran apalagi kalau bukan makanan khas si ijo yang merepotkan, belum lagi membuat anyamannya itu membuatku bosan. Sungguh aku tak ingin membantu Emakku dengan pekerjaan yang merepotkan. Sebenarnya aku sudah melarang Emak membuat si ijo itu, dan menyuruh Emak untuk mencari pekerjaan lain, tetapi Emak hanya berkata. “Kasihan orang-orang yang masih mencarinya, Nduk.”
“Lastri! Cepat pulang, Emakmu kepleset!” apa yang disampaikan Paklek Darmanto bagaikan berita yang menghujam. Aku tidak membenci Emak hanya tak suka dengan pekerjaan. Bagaimana aku bisa membenci Emak, jika Emak adalah sandaran hidupku. Selain Emak, aku tak punya siapa-siapa.
“Emaaakkk!!!!” seketika itu Aku memeluk Emak yang sedang di dapur dengan kepulan asap.
“Loh, kata Paklek , Emak kepleset.” Aku tampak curiga ternyata Emak baik-baik saja.
“Aduh Nduk, Paklekmu emang suka becanda, sudah to jangan nangis.” Emak mengelus rambutku dengan sayang. Aku meracau.
“Mak Ijah, Aku pesan selusin ya, makan si ijo dari Mak Ijah jadi teringat dengan kampung halaman.” Kata Buk Sri, Ibu RT yang memang pelanggan Emakku.
Akhirnya Aku tahu mengapa banyak oranang yang setia dengan si ijo buatan Emakku.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

2 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b