Kekasih Hujan

1
Jumat, November 01, 2013
“Dik, kamu mau apa?” tanyaku kepada adik mungilku.

“A..Ku.. lapar, Mbak,” jawabnya bergetar dengan tangan kecilnya yang menarik ujung bajuku yang lusuh.

“Iya, kamu mau makan apa?” aku melihatnya dengan mata iba. Tubuhnya gemetar tak sanggup menahan dinginnya hujan. Sudah dua hari aku, adik, dan Ibu terjebak dalam hujan. Bukan, kami bukan terjebak, tetapi kami tak tahu harus dimana atau bagaimana ketika hujan melanda. Yang ada hanya setumpuk kardus yang mencoba menghangatkan kaki kami, lima belas menit yang lalu.

“Aku, mau makan ayam goreng, Mbak,” ucapnya dengan menahan perutnya yang sedari tadi berdemo ingin sesuap nasi.

“Oke!” aku mengedipkan mata, tanda akan segera mengabulkan permintaan.

Aku berlari kencang menerobos derasnya hujan, kaki yang memecah genangan air, rambut yang tak luput dari hantaman hujan, aku tak peduli dengan keadaan itu, yang terpenting aku segera mengambil ayam goreng untuk adikku.

“I..nii..” aku meyodorkan ayam goreng yang terbungkus daun pisang. Senyum adik merekah, tangan kecilnya meraih bungkusan itu.

“Enak!” mulut kecilnya sibuk mengunyah.

“Mau apa lagi?”

“Boleh?”

Aku mengangguk.

“Aku ingin es krim, Mbak.”

“Oke!”

Kali ini aku tak berlari sejauh saat pertama kali aku membawa ayam goreng, cukup lima langkah dari istana daun pisangku. Aku berdiri, tanganku menengadah.

“Ini…” satu es krim special kuberikan kepada adik. Dia tak percaya aku mengabulkannya.

Es krim, roti cokelat, donat, es kelapa muda, bakso lengkap dengan pangsit goreng, rendang, lemper, brownies dan semua permintaan adik, aku penuhi semuanya. Cukup menengadah ke langit. Dua jam berlalu, adik sudah diam, dia tidur, tidak terdengar lagi permintaannya, sudah tidak ada lagi rengekan, dan tidak terdengar lagi suara hujan yang kini berganti pelangi. Aku menyelimuti tubuh adik yang terbujur kaku, aku menutup mata adik dengan telapak tanganku. Kini, giliran aku yang menrengek kepada Ibu, merengek sejadinya, meskipun Ibu hanya menangis dan mengusap rambut adik.

Kini, aku lapar..
Rainy weather Royalty Free Stock Photo
credit

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

1 komentar:

  1. agak kurang ngerti nih. adiknya mati gitu? kok bisa?
    penasaran jadinya

    kunjung balik ya mbak ke blogku

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b