Tercepat

8
Minggu, November 17, 2013
traffic city by day Royalty Free Stock Photo
credit
Kata orang, sampai ke sini dibutuhkan perjalanan yang menyakitkan, seperti kuku yang lepas dari jemari. Ada yang berkata sakitnya luar biasa hingga ujung jari kaki sampai ke ubun-ubun. Malah banyak yang bersaksi jika mereka dengan cepatnya sampai ke sini, tergantung dengan apa mereka ke sini.

“Kamu naik apa ke sini?” tanyaku pada teman baru, kira-kira sepuluh menit yang lalu aku bertemu.

“Pakai mobil dong, cepat kan,” katanya berusaha mengedipkan mata, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di matanya.

“Ah, nggak seberapa. Aku dong ke sini naik kereta. Wuzzzzzz ekspres. Lima menit sudah sampai di sini,” ujar teman baruku yang satunya. Kali ini dia memamerkan keluarganya. Ya, dia ke sini bersama keluarga. Dari anak hingga orangtuanya tak segan-segan dia bawa.

Aku hanya tersenyum kecil mendengar pengakuan mereka. Karena perkataan mereka tak seberapa. Untuk sampai ke sini, aku hanya membutuhkan waktu dua menit, dengan cara berjalan kaki.

“NOMER 19.800! MASUK!” Teriak orang asing yang tak kukenal.

Ah, akhirnya giliranku sekarang yang bertemu dengan Tuhan.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

8 komentar:

  1. intinya gak ada yang perlu disombongkan yah, apa bukan?

    BalasHapus
  2. kurang paham juga sih apa maksutnya, tapi mungkin tentang kesombongan ya mbak

    izin follow sama minta follbacknya

    BalasHapus
  3. bunuh diri gitu dia ya?
    atau ketabrak?
    keren deh pokoknya. tapi masih butuh penjelasan

    main-main ke blog gua juga ya

    BalasHapus
  4. tinggal nutup mata langsung sampai :)

    BalasHapus
  5. Paling cepat mah "menghilang" secara tiba-tiba ya mbak :p

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b