#MTR2013 : Kita dan semua warna

1
Minggu, Desember 08, 2013
Ini cerita tentang kita berenam, masih duduk di Sekolah Menengah Pertama. Memakai seragam putih biru. Setelah pulang sekolah, kita masih nongkrong di kelas. Duduk di deretan ketiga dari depan, dekat dengan papan tulis yang kala itu masih menggunakan kapur putih. Meja yang penuh sesak dengan gorengan, es sirop yang dibungkus plastik, ada juga "jajanan mewah" yaitu lumpia. Kita sedang tak memikirkan apa itu diet, apa itu langsing, karena kita semua berukuran hampir sama, kalau kurus ya kurus bareng, kalau mau gemuk ya gemuk bareng.

Ada salah satu dari kita sibuk menulis di papan tulis, tak menghiraukan debu dari kapur tulis yang selalu berhasil memeluk erat rok biru itu, ada juga yang sibuk menghabiskan gorengan, ada yang bengong dengan indahnya. Sedangkan aku masih berkutat dengan curhatan anak remaja.

Mulailah salah satu dari kita menulis di secarik kertas dan menulis sebuah nama di setiap secarik kertas itu, kemudian dilinting *digulung*. Mungkin semua orang mengira kita akan mengocok undian atau arisan. Bukan, kita sedang melakukan ritual "mengadu" nasib.

"Siapa yang menikah duluan??!!!" tanya salah satu dari kita.

"Akuuuuuu!!!!!!" kita menjawab kompak dan seakan tak mau mengalah.

"Ya udah nikahnya bareng - bareng," dan pecahlah tawa kita.

Setiap remaja, khususnya cewek, akan memimpikan menikah dengan Pangerannya. Layaknya cerita di dalam dongeng, kita memimpikan ada seorang Pangeran yang akan menjemput kita dengan kuda putihnya dan berkata, "Maukah kau menikah denganku?" dan menyematkan cincin dari rangkaian bunga.

Karena itulah kita mengundi nasib siapa yang akan menikah terlebih dahulu. Satu kertas jatuh terlebih dahulu, berarti dialah yang akan menikah terlebih dahulu, begitu juga seterusnya. Aku masih ingat, aku berada diundian noer tiga, itu berarti aku akan menikah diurutan yang ketiga.

Seseorang dari kita yang menulis di papan tulis berteriak, "Bagus nggak?" dan menunjukkan hasil karyanya.

S.A.I.N.T.H
Sejak itulah kita memberi nama geng kita, yang memang diambil dari satu huruf dari nama kita. Tapi apa yang terjadi dengan nasib undian itu? Ah ternyata aku yang belum menikah diantara kalian, benar begitu? apakah aku menyesal dan mengutuk undian itu? Tidak!! aku tak pernah mengutuk apapun dan siapapun, aku tak menyesal dengan apa yang telah aku lalui, dan tetap dan selalu bersyukur, bersyukur memiliki kalian.

Meskipun kenyataannya kita tak punya cukup waktu bersama, atau mungkin aku yang tak memiliki waktu bersama kalian? Atau memang kita yang tak sama seperti dulu lagi? Yang memang kalian sudah berlabuh pada hati Pangeran kalian? Ah, jangan dijadikan beban, kapan kita berkumpul, atau apapun, yang terpenting kalian masih sahabatku, separuh dari aku *ah gombal*.

Kita yang dulu dan sekarang, tak pernah sama, semakin beranjak dewasa dan memiliki kecantikan tersendiri. Kita dan kehidupan kita sendiri, kita dan setiap permasalahan sendiri, kita dan kebahagiaan kecil kita, kita dan semua pemahaman tentang hidup. Semua itu penuh warna, karena kita sahabat.

Butterfly set Royalty Free Stock Vector Art Illustration
Butterfly




About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

1 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b