#MTR2013 : Wanita - wanita

3
Selasa, Desember 17, 2013
Aku diapit oleh dua wanita yang luar biasa. Ah wanita itu bukan public figure, melainkan wanita yang satu rumah denganku, wanita luar biasa yang dekat denganku. Yup! mereka kakak perempuanku (biasanya aku panggil dengan Mbak) dan Ibuku (terbiasa aku memanggil beliau dengan Mama). Wanita - wanita yang hebat dan tangguh dengan pilihannya. Pilihan yang menentukan masa depannya dan keluarganya. Satu keputusan yang diambil oleh wanita - wanita itu akan merubah hidupnya, sekaligus tanggung jawabnya.

Mama lebih memilih menjadi wanita karir, bekerja diluar rumah. Berangkat pagi, pulang sore, senin sampai jumat, Mama bekerja. Lain halnya dengan wanita yang satu ini, Mbakku. Memilih untuk menjadi Ibu rumah tangga. Iya, benar - benar menjadi Ibu rumah tangga seutuhnya, mulai dari memberi ASI hingga dua tahun, meskipun melahirkan bukan secara normal, tetapi anak - anaknya benar - benar berasal dari rahimnya. Mengabdi menjadi Ibu rumah tangga, setiap saat selalu melihat perkembangan si buah hati, tidak bisa dipungkiri jika si buah hati menjadi "korban" narsisme. Setiap ada perkembangan dikit saja, langsung jepret!!! dan kemudian di tag di facebook. Sebutlah itu norak, tetapi tidak buatku, itulah kebahagiaan dari seorang Ibu yang melihat dengan mata kepalanya sendiri jika si buah hati sedang mengexplore semua yang ada di sekitarnya. Lalu bagaimana dengan Mama? apakah beliau termasuk "setengah Ibu" karena memutuskan untuk menjadi wanita karir? Bukan, beliau tetap Mama tetap Ibu yang aku banggakan, tidak pernah aku merasa ditelantarkan, meskipun setiap makan siang aku dan kakak laki - lakiku (biasanya aku panggil Mas) makan di luar, karena memang waktunya terbatas. Dikesibukkan beliau aku melihat perhatian. Aku selalu menangis ketika pagi hari selalu ditinggal Mama untuk bekerja, sore hari selalu minta digendong, meskipun masih ada aroma keringat Mama yang malah membuat aku tertidur di dekapannya.

Lalu, bagaimana denganku? Ternyata aku masih belum apa - apa jika dibandingkan dengan wanita - wanita tersebut. Wanita yang beranjak dewasa ketika mengambil keputusan, bukannya hanya untuk masa depannya, tetapi juga masa depan keluarganya. Hmmm.. maunya sih Ibu rumah tangga, tetapi mencari rejeki juga mengasyikkan *au ah gelap*. Aku mencintai apa yang aku kerjakan.

modern woman thoughts Royalty Free Stock Vector Art Illustration
dari sini


About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

3 komentar:

  1. Setiap manusia memang memiliki keputusan hidupnya masing2 ya... dan setiap keputusan pasti ada konsekuensinya.

    BalasHapus
  2. karir n rumah tangga bs brjalan beriringan ktika mndapat dukungan semua pihak

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b