Sementara itu..

4
Rabu, Maret 19, 2014
"Tapi enggak harus begini kan, Rin?" Fatah terlihat gusar.

"Loh, aku justru menolong kamu?" Rini tampak bingung.

"Apanya yang menolong? Aku bisa kok cari sendiri tanpa bantuan orang lain!" Fatah mulai tersulut emosi.

"Justru aku sebagai sahabatmu, ingin sekali menjodohkan kamu dengan wanita terbaik!" Rini mulai menyerang Fatah.

"Kamu dan orang lain, tak akan pernah tahu siapa jodohku!" Bantah Fatah.

Ada hening sejenak di antara mereka berdua. Fatah dan Rini tak ada yang mengalah, merasa paling benar apa yang telah mereka lakukan. Rini, mencoba menghibur Fatah yang sedang patah hati dengan menemukan wanita idaman pilihan Rini. Fatah yang merasa seperti anak kecil jika Rini berusaha mengatur jodoh terbaik untuk Fatah.

Ada desahan di napas Fatah, dan kemudian berkata,"Maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakitimu."

"Oh, tidak apa - apa, mungkin aku juga salah," jelas Rini.

Ada jeda di antara mereka

"Yang kuinginkan adalah kamu." Tegas Fatah.

"Apa? Maaf enggak dengar," Rini mencoba meyakinkan jika apa yang didengarnya tidak salah.

Fatah mengatur posisinya, berdiri di hadapan Rini, sorot mata Fatah siap mengunci perhatian Rini.

"Aku mencintaimu."

Rini tak menjawab, dilihat sekelilingnya yang merupakan sebuah taman kota yang sering dihiasi oleh muda - mudi berjalan santai. Apakah Rini akan menjadi bagian dari mereka, bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih dilanda asmara?

Rini menatap Fatah sekali lagi, tak ada keraguan yang terpancar. Anggukan kecil dari Rini, merupakan sebuah jawaban.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

4 komentar:

  1. ah. simple. tapi tetep keren. hehe
    tidak perlu terlalu berlebihan untuk menjelaskan cinta, bukan, mbak?

    BalasHapus
  2. wah ok banget nih , ,
    ehmmm salam kenal,, mapir diblog q yaaa :))

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b