Terlambat

0
Rabu, Maret 19, 2014
Jantung Keisha seakan berhenti berdetak, melihat sekumpulan orang - orang yang menyemut di area parkiran kampus. Napasnya tersenggal, menepis berbagai pikiran negatif yang menjelma menjadi sebuah momok yang menakutkan.

"Kasihan dia, bunuh diri gara - gara ditolak cewek!" kata seorang mahasiswa yang berpostur tubuh layaknya Adam Levine.

"Iya, ya. Buta tuh si cewek, cowok cakep kayak gini ditolak!" timpal seorang mahasiswi yang bersebelahan dengan mahasiswa berpostur seperti Adam Levine.

"Kalau jadi cowok ini, gue bakalan cari cewek yang lebih baik!" sahut mahasiswa lainnya. Kemudian semakin mendengung berbagai ucapan kasihan, makian dan sumpah serapah karena peristiwa bunuh diri yang menggemparkan.

"Tuhan, apakah aku sudah terlambat?" Batin Keisha.

Perlahan, air mata menetes di pipi gembul Keisha.

"Tuhan, aku benar - benar tak bermaksud menyakiti dia. Aku sungguh mencintainya, aku menyesal!" raut wajah Keisha pucat.

Dilihatnya seorang lelaki yang amat sangat Keisha kenal. Rio, yang telah memendam rasa kepada Keisha sejak satu tahun yang lalu.

"Rio! Kumohon, kembalilah." Ucap Keisha lirih.

"Sungguh aku mencintaimu! Aku menolakmu hanya bercanda. Aku mohon kembalilah,"sambung Keisha.

Rio tak bergerak, napas tak lagi berhembus, cinta tak lagi bersemi di hati Rio. Rio hanya menjadi sebuah kenangan.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

0 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b