Pacar Lima Langkah.

5
Rabu, September 10, 2014
Sinar matahari dengan kasarnya menjamah kulitku, membuat butir - butir keringat terjun bebas dari sela - sela lenganku. Napa tersenggal - senggal namun, rasa lelah semua ini terbayar dengan tubuhku yang kembali segar. Sekitar lima belas menit, aku selalu menyempatkan diri untuk berolah raga.

"Duh, yang rajin lari pagi. Makin seger aja," Mas Bram memberikan satu botol air dingin untukku seusai olah raga.

"Jangan dekat - dekat, bau kecut nih." Kataku manja.

"Enggak apa - apa kecut, yang penting pacar sendiri," Mas Bram menggodaku dengan kedipan manja. Aku hanya menundukkan kepala dan melanjutkan lari pagiku, kulambaikan tanganku dengan memberi isyarat satu putaran untuk mengelilingi komplek kepada Mas Bram.

"Nasi gorengnya dimakan, keburu dingin," Mas Bram memberiku satu bungkus nasi goreng pedas kesukaanku.

"Waah.. enak nih." Mataku berbinar seakan mendapatkan rejeki nomplok. Tanpa basa - basi, aku melahap nasi goreng dengan taburan cabe rawit.

"Seneng deh punya pacar kayak kamu, bahagia banget. Mas Bram beda deh dengan pacarku yang lainnya, pengin selalu dekat sama Mas Bram." Aku merapatkan tubuhku ke Mas Bram.

"Ya gimana enggak mau bahagia, gimana enggak mau dekat. Jarak kita lima langkah, Itu rumahmu, lima langkah kantor dinasku, pos kamling," ucap Mas Bram.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

5 komentar:

  1. pos kamling itu maksudnya pos hansip ya? soalnya setauku sih yang jaga pos kamling kan pemuda setempat, dan bergiliran.
    tapi, asik juga sih ya kalau punya pacar deket gitu. gak perlu keluar biaya banyak. haha

    BalasHapus
  2. ini kisah nyata ya. suitt :D

    BalasHapus
  3. .. widichhhhh,, makan nasi goreng,, gak bagi^ nich,, jadi pengen dech punya pacar deket. he..86x ..

    BalasHapus

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b