Sebuah Racauan tentang Resolusi, Misi dan Tujuan.

0
Minggu, Januari 18, 2015
Perjalanan kita sampai di mana?
Ini kenapa juag aku tulis di blog khusus fiksi. Hehehehe.. karena lebih banyak ikutan event menulis daripada mengisi blog fiksi ini. Kalau blog personal sudah tahu dong mau ditulis apa saja, blog resensi juga sudah tahu mau nulis timbunan buku yang entah sampai kapan habisnya. Lah ini blog fiksi tapi nggak tahu mau diisi apaan karena nulis fiksi ya saat ada event lomba nulis di media online maupun event untuk nulis buku rame - rame, semoga bisa istiqomah nulis di blog fiksi ini di tahun 2015 ya.. blog ini kurang dapat perhatian lebih sih daripada blog - blog lainnya yang notabene blog yang diisi cerita sehari - hari maupun review, ya memang gak bisa membela diri, lah wong emang jarang banget update blog fiksi, tapi harus "dipaksa untuk nulis di blog ini meskipun hanya satu bulan sekali, biar blog ini "cantik" di depan mbah gugel.

Masih awal tahun, masih senang - senangnya nulis resolusi apa yang akan dilakukan dan harapan - harapan di tahun 2015 ini. Seperti dari awal - awal yang memang nggak buat resolusi kecuali ingin segera menikah di tahun 2015 *ihik*. Mengapa tak membuat resolusi? Karena memang sudah terbiasa setiap hari membuat jadwal untuk segala aktifitas, apa saja kegiatan hari ini, apa saja pencapaian hari ini, apa saja yang kurang hari ini dan segera untuk memperbaiki di esok hari. Mudah sih, tapi gak sedikit yang terlewat. Terkadang juga bikin semacam to do list yang bisa di download dan diprint karena template to do listnya lucu - lucu. Semakin rinci apa yang dituliskan untuk seharian penuh, semakin sempurna apa yang telah aku anggap.

Selain to do list yang aku tulis setiap harinya, yaitu memikirkan tujuan. Tujuan bagiku cukup luas ya, tujuan hidup sebagai manusia, tujuan hidup sebagai seorang muslim, tujuan hidup sebagai anak, istri, dan tujuan hidup kepada keturunanku kelak. Semua bisa digeneralisasikan sih, yaitu tujuan hidup kamu apa. Aku diciptakan pastilah memiliki misi, sebegai seorang muslim pastinya memiliki misi yang tak hanya untuk dunia saja, pasti juga memikirkan untuk kehidupan akhirat, bagaimana menegakkan agamaku, bagaimana aku bisa membangun rumah megah di surga, bagaimana aku menjadi manusia yang menjada hubungan baik antara kaum muslimin maupun sesama umat manusia yang hidup dan juga makhluk Allah lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Bagaimana aku bisa bermanfaat bagi lingkunganku

Masih bingung memiliki tujuan hidup? Hmmm sebenarnya sama sih saat masih kuliah dulu, beberapa tahun yang lalu dan pemikiran dari waktu ke waktu pasti berubah seiring kematangan cara berpikir kita. Waktu itu bertanya - tanya kalau hidup gini - gini aja, apa bedanya aku dengan semut? Apa bedanya aku dengan tumbuhan yang hanya hidup untuk cari makan. Ya galau juga sih ya, aku diberi hidup pasti ada tujuannya, terkadang juga agak mbleset , terkadang belok kiri terkadang belok kanan, ya namanya juga manusia tempat segala kesalahan. 

Tapi juga berniat untuk meminiamlkan segala kesalahan. Masak iya sih di dunia cuma membangun rumah, karir cemerlang, punya anak dan suami, gitu aja tujuannya. Meskipun manusia tempatnya kesalahan tapi manusia diciptakan dengan sempurna. Dan akhirnya juga berpikir, setelah mati, ntar ngapain. Nah loh cukup gak ya bekal untuk aku mati kelak, duh mana sikap belum tentu lurus, perbanyak sedekah, zakat atau infaq apa cukup, semua tumplek blek. Apa bekalku untuk akhirat nanti cukup?

Ya itulah pertanyaan yang selalu membuat aku gelisah. Manusia memang gak bisa menimbang kebaikan maupun keburukan dirinya sendiri maupun orang lain, tapi setidaknya manusia selalu diberi kesempatan untuk berlomba - lomba dalam kebaikan sebelum masanya telah tiba.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

0 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b