Wanitaku

1
Rabu, Februari 18, 2015
Hujan masih enggan beranjak dari bumi, langit terus saja menumpahkan airmatanya. Jika tidak ada wanitaku di sini, bisa mati bosan karena hujan. Lihat saja bagaimana wanitaku selalu bisa menghiburku. Bibir padat dengan warna merah yang merekah, selalu bisa merayuku disaat aku penat, permainan bibirnya membuatku ketagihan, jalannya yang perlahan - lahan cukup membuat imajinasiku menggila liar, bagaimana bisa membiarkan wanita dengan tubuh seperti buah pir di depanku? Tak sabar akan naik ke puncak sensasi, aku tarik lengannya dengan penuh ambisi. Seperti biasa wanitaku hanya menggelinjang manja, tahu bagaimana permainan akan dimulai.

Menyusup wajah di rambut hitam ikal yang tebal, mengurai aroma lavender yang misterius. Menuruni daun telinga yang liat, seketika aku merasakan hentakan yang membuatku semakin menggila. Ah, sudah waktunya!

Semakin menelusup lekukan demi lekukan tubuh yang menawarkan sensasi tersendiri, wanitaku sungguh pintar memainkan imajinasiku. Aku dan wanitaku siap menenggelamkan tubuh lebih dalam dan semakin dalam dengan erangan menggoda, tidak ada yang ingin berhenti, semua gerakan dan erangan semakin menuntut untuk terpuaskan.


trrriiiiiing...

Sayang, gimana rapat di hotelnya? Berhasil kan dapat proyek dari Luar Negeri? Cepat pulang ya, aku masak spesial untukmu. love you.


Sms dari Istriku membuat permainan ini berhenti di tengah jalan, aku harus pulang cepat. Tak lupa aku mencium wanitaku yang memelukku mesra.



Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis.

About the author

Random Blogger | Penimbun Buku | Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan abadi | kontak[dot]sari[at]gmail[dot]com

Comments

1 komentar:

terimakasih telah berkunjung..
sepatah dua kata komentar sangat bermanfaat bagi blog saya ^.^b